Gemuruh Proklamasi yang dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945 dapat dirasakan pula oleh masyarakat Neglasari yang di pelopori oleh PSII dan PNI, semangat kemerdekaan itu di tularkan menjadi semangat membangun Desa, sehingga diyakini pada Tahun inilah Desa Neglasari secara resmi didirikan. Awal Tahun 1947 Desa Neglasari dibanjiri oleh para pengungsi dari kota Bandung serta Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan Badan Pejuangan Majelis Persatuan Perjuangan Pasundan (MP3) guna menyusun kekuatan hingga terjadilah Bandung Lautan Api. Akhir tahun 1947 ketika Garut di serbu oleh pasukan Sekutu Desa Neglasari yang telah diketahui sebagai salah satu markas kekuatan perlawanan rakyat tak luput dari penyerbuan tersebut. Dari tragedi ini banyak warga Desa Neglasari yang menjadi korban.
Belum pulih dari ingatan warga Desa Neglasari kekejaman yang mereka rasakan oleh tentara sekutu pada tahun 1948 muncul kembali kekerasan baru dibawah bendera DI/TII, pada tahun 1949 divisi Siliwangi kembali ke Jawa Barat warga Desa Neglasari yang pada saat itu berada dalam tekanan DI/TII segera membuka komunikasi dan meminta bantuan TNI di Tjipaku Majalaya dan kepada induk pasukan di Buah Dua Sumedang. Kemudian Desa Neglasari dijadikan basis kekuatan Brigader Guntur dibawah pimpinan Kapten Safi’i sekaligus menjadi satu-satunya basis TNI di Kabupaten Garut.
Tragedi yang mencekam seakan bagian dari wajah kelam sejarah Desa Neglasari, yakni terjadinya pembakaran 47 rumah dan 7 orang warga kampung Cicurug di culik, tidak berhenti sampai disitu pada tahun 1951 dan 1952 kembali tragedy yang sama, dibakarnya 429 rumah dan 67 warga diculik oleh gerombolan DI/TII.
Pada tahun 1957 batalion 304 berpindah ke kecamatan Kadungora dan Desa Neglasari diserahkan kepada OKD, pada tahun 1961 DI/TII bias dilumpuhkan berkat kerjasama dari warga dan kekuatan Militer yang ada melalui Operasi Pagar Betis.
Semenjak Masyarakat mulai berkonsentrasi pada pemetaan dan pembangunan di wilayah desa neglasari. Dan pada tahun 1982 karena pertumbuhan penduduk semakin pesat serta luas wilayah administrasi desa neglasari yang terlalu luas sehingga Desa Neglasari di mekarkan menjadi dua yaitu disebelah Utara menjadi Desa Cikembulan, dan sebelah Selatan Wilayah Desa Neglasari.
Berikut ini para kepala Desa Neglasari dari Masa ke Masa :